Pancasila Sebagai dasar negara dan aplikasinya dalam kehidupan bernegara

Pancasila sebagai falsafah negara (philosohische gronslag) dari negara, ideologi negara, dan staatside. Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan atau penyelenggaraan negara. Hal ini sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945, yang dengan jelas menyatakan “……..maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu undang-undang dasar negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada…..”

Pancasila yang dikemukakan dalam sidang I BPPK pada tanggal 1 Juni 1945 adalah dikandung maksud untuk dijadikan dasar dari negara indonesia Merdeka. Adapun dasar itu haruslah merupakan suatu falsafah yang menyimpulkan kehidupan dan cita-cita bangsa dan negara indonesia yang merdeka. Di atas dasar itulah akan didirikan gedung Republik Indonesia sebagai perwujudan kemerdekaan politik yang menuju kepada kemerdekaan ekonomi, sosial dan kebudayaan.

Keputusan dalam sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 menetapkan Undang-Undang dasar bagi Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 agustus 1945. Undang-Undang Dasar tersebut ialah UUD 1945. Dalam pembukaan UUD tersebut kita temukan dasar negara “Pancasila”. oleh karena itu, secara yuridis pancasila sah menjadi Dasar negara Republik Indonesia.

Akibat hukum dari disahkannya pancasila sebagai dasar negara, maka seluruh kehidupan bernegara dan bermasyarakat haruslah didasari oleh pancasila. Landasan hukum pancasila sebagai dasar negara dapat memberi akibat hukum dan filosofis; yakni kehidupan bernegara bangsa ini haruslah berpedoman pada pancasila.

Wujud pengaplikasian pancasila dalam kehidupan bernegara/sehari-hari :

1. Sila satu : Ketuhanan yang maha esa

wujud pengaplikasian kita sebagai warga negara adalah dengan menghormati setiap agama/kepercayaan yang ada di indonesia ini. Tidak membedakan setiap warga negara lain hanya karena berbeda kepercayaan, menghormati kebebasan menjalankan ibadah, serta yang paling penting adalah tidak adanya pemaksaan untuk menganut agama tertentu.

2. sila kedua : kemanusiaan yang adil dan beradab

Kemanusiaan yang adil dan beradab menunjang tinggi nilai-nilai kemanusiaan, gemar melakukan kegiatan –kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan. Sadar bahwa manusia adalah sederajat, maka bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkanlah sikap hormat dan bekerja sama dengan bangsa –bangsa lain.

3. sila ketiga : persatuan indonesia

Nasionalisme.

Cinta bangsa dan tanah air.

Menggalang persatuan dan kesatuan Indonesia.

Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan warna kulit.

Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan.

4. Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat

tidak memaksaakan kehendak

mengutamakan musyawarah untuk mengambil keputusan

menerima hasil musyawarah dengan itikad baik

menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai keadilan.

5. Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

mengandung arti bersikap adil terhadap sesama, menghormati dan menghargai hak-hak orang lain. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat. Seluruh kekayaan alam dan isinya dipergunakan bagi kepentingan bersama menurut potensi masing-masing. Segala usaha diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga kesejahteraan tercapai secara merata.

sumber di atas dari : http://denfian6.wordpress.com/2011/11/02/pancasila-sebagai-dasar-negara-dan-aplikasinya-dalam-kehidupan-bernegara/

Tulisan saya di bawah ini yang membahas inti permasalahan adalah berdasarkan pemikiran sendiri


Inti permasalah dari penerapan pancasila tersebut menurut saya adalah :

  1. Sila satu : Ketuhanan yang maha esa

Masyarakat di indonesia masih ada yang bersifat rasisme belum bisa bersatu. Masih memandang perbedaan ada. Masih dapat terpengaruh oleh kondisi – kondisi konflik antar agama yang kebanyakan di selesaikan dengan cara kekerasan.

SOLUSI :

Jangan memandang suatu masalah dari satu sudut pandang saja, apalagi dari sudut pandang diri sendiri karena akan terlihat sekali ke egoisan masing  – masing individu nya. Berfikir secara jernih dan matang baru selesaikan masalah dengan mulia.

  1. Sila kedua : kemanusiaan yang adil dan beradab

Pengertian dari sila tersebut adalah, kita sebaga manusia harus saling menghargai dan tolong menolong dalam kebaikan. Tapi masih terlihat dalam kehidupan sehari – hari di sekitar kita. Kita ambil contoh nya saja di dalam kereta api, ketika ada seorang ibu yang sudah tua atau sedang menggendong anak penumpang pria di depan nya malah asik saja duduk dengan modus tidur pura – pura tidak tahu apa yang ada di depannya.

SOLUSI :

Tingkatkan rasa toleransi diantara sesama, jika kita dapat berlaku seperti itu tentu kita akan menjadi bangsa atau individu yang lebih baik dan bermartabat.

  1. Sila ketiga : persatuan indonesia

Permasalahan di sila ketiga ini adalah kita sebagai rakyat indonesia belum dapat bersatu, masih ada perbedaan kasta / kedudukan. Si kaya dengan si kaya dan si miskin tersingkirkan. Seperti perbedaan tanggapan orang – orang jika kita berpakaian rapi pasti akan sangat di hargai di bandingkan dengan kita bepakaian seadanya (masih dalam norma kesopanan) sangat kurang di hargai seperti hal orang berpakaian rapi.

SOLUSI:

Jangan membeda – bedakan setiap manusia atau mengkotak – kotakan nya. Terima saja siapa pun yang berkomunikasi dengan kita. Selama masih sopan dan berwujud manusia mereka itu masih saudara kita.

  1. Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Karena sila ini sangat mendukung dahulukan kepentingan rakyat daripada kepetingan pribadi. Hal ini sangat jelas sekali di negara kita, masih banyak rakyat ataupun daerah – daerah yang sangat kurang perhatian dari pemerintah.

SOLUSI :

Berilah perhatian secara merata di dalam negara indonesia agar tidak terjadi kecemburuan sosial.

  1. Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam sila ini rakyat mendapatkan keadilan yang merata. Banyak sekali contohnya di negara kita. Ambil saja satu contoh dalam penerimaan pegawai negeri banyak orang – orang di dalam nya yang mendahulukan keluarga atau relasi yang di kenal. Padahal orang – orang dengan potensi yang bagus masih ada, skill atau kemampuan orang – orang terdekat yang di masukkan secara mudah belum tentu skill nya sebanding dengan orang – orang yang masuk melalui jalur resmi.

SOLUSI:

Lakukan yang terbaik bagi bangsa ini, jika bangsa ini ingin maju berjuta – juta langkah kedepan. Dahulukan orang – orang yang berpotensi baik, jangan memandang mereka dari mana. Tapi lihat skill dan potensi nya.

About aboedblackeye

i'm human

Posted on November 10, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: